Menuju Detik Detik Genting

Assalamualaikum Wr.Wb.,

Ndak terasa udah bulan Agustus 2007. Di mana menurut kontrak, sudah harus pulang :). Hari demi hari, detik demi detik akan berlalu. Kebimbangan demi kebimbangan musti dipikirkan, ditelaah baik buruknya. Banyak sekali pikiran yang berkecamuk in my mind. Should I leave this country, or stay.

Sebenernya banyak sekali godaan untuk tetap menetap di negara maju ini. Kehidupan yang lebih baik, secara finansial dan hura2. Lebih aman, system yang terkadang lebih baik dari iNdonesia, tapi kadang juga buruk banget. Semua ada plus minusnya.

Kemaren daku baru bertemu H&R dari DSM. Inge namanya. Kami lagi minum2 di bar. Waktu daku mau pulang, dia bertanya, apakah aku mengirim surat k recruiter. Dan aku menjelaskan, bukan aku yang kirim surat, tapi Eric did. I just applied online, and because I have not gotten any responds, then Eric sent (an) email to them. Not only that, I think he forced them to call me. Inge langsung minta maaf dan janji mau nge-push recruiter. Well.. I told her.. I am sorry.. I lost my interest. TRully…I have been waiting for 4 months and start to think this is my faith to go back to Indonesia. Unless they can provide me a job in Indonesia, it would be much better. She asked me to keep considering it and to contact her as soon as possible. Aku berada di ujung pesimpangan.. Lagi…….

Sebenernya keinginanku untuk pulang dipicu beberapa hal. Memang, hidup di Belanda itu penuh kenyamanan, dengan system yang lebih "pasti" dibanding dengan Indonesia. Lingkungan kerja enak, semua orang ngehargain pendapat orang laen. No one dictate other. STupid me if I expect that from them. Free..di mana2 free. Kadang, kalo berpikir masalah itu, keinginan untuk pulang agak teredam.

Tapi… bukankah manusia itu punya tujuan dalam hidupnya? Beberapa teman terkadang heran aku memutuskan pulang. DEmi Tuhan, aku juga setiap waktu berupaya untuk meyakinkan diri. Mereka bilang, Indonesia masih begini2 aja. Ngapain pulang :). Aku terpacu… kapan aku bisa pulang, kalo menunggu keadaan Indonesia membaik. Indonesia tidak akan pernah membaik, kalo tidak ada kerja sama dari semuanya. Perbaikan harus dimulai dari diri sendiri.

Aku juga berpikir, kalo tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi aku memikirkan kehidupanku yang laen. Hidup bukan semata uang, karir, jalan2 dan belanja. Memang aku menikmati semuanya. Tapi aku kadang diingatkan tujuan akhirku. Kadang sering aku membayangkan hidup di desa, aman.. peaceful, ga perlu pusing liat tetangga punya kelebihan. Tapi aku ingat, ada orang2 yang ga seberuntung aku di belahan bumi laen.

Kapan lagi aku bisa memulai pembaktian diriku. Kalo aku di belanda terus, aku akan terus terbawa arus duniawi. Tidak sensitif lagi terhadap sesama. Tiba2 teringat murid2ku di belahan bumi terpencil. Sudah bisakah berhitung di umurnya yang kira2 15 tahun sekarang. Ketika kutinggalkan, dia baru saja bisa membagi angka2 di umur 11 tahun. Tentu saja dia terbelakang dibanding teman2nya. Bisa dimaklumi, karena di desanya, gurunya hanya ada satu untuk 6 kelas. Bisakah muridku yang laen membaca dan berbicara bahasa indonesia? mereka satu2nya kenangan manis di masa lalu yang membangkitkan semangatku untuk kembali. Masih banyak yang bisa kulakukan untuk orang laen di Indonesia.

Beberapa hari lalu Eric bertanya padaku. What is your expectation in the future? I thought it was like an interview. But then,unexpectedly I said : I want to help the poor and unable people. My hidden ambition came out in front of him :(. I said to him, I am working very hard, to gather all money I could to give to others. He said, you can work here and earn more, but as you said, you are not close to the source. Inderdaad.. nobody will understand what I want. Sometimes, I imagine myself living in a forest teaching the children how to read. They are innocent, and I am full of sins. Look at the pure soul.. you will find a peaceful.

Aku tau, pulang k Indonesia yang kacau balau merupakan suatu pijakan besar dalam hidup. Aku tidak tau apa yang Dia rencanakan buat aku. Tapi, sekali lagi aku berpikir. Kalo tidak sekarang, kapan lagi. Mungkin, kalo nanti2 aku semakin freaky untuk kembali. However, He created me to be an Indonesian. To live there, not to live in this grey and cold  but nice coutry. Walaupun negara2 maju ini kelihatan indah, but they loose their soul. Kosong….. Hampa. Semua tersembunyi di balik materi dan kenyamanan.

Ntah kapan aku bisa memulai kehidupanku yang tenang kalo tidak dari sekarang. Paling tidak, aku mau memenuhi janjiku untuk pulang kepada seseorang. Kalo ternyata di kemudian hari Tuhan berkehendak laen, aku hanya akan mengikuti. Yang penting, sekarang aku harus memperbaiki diri, dan dimulai dari diri sendiri. Tidak egoistis, tidak hanya silau materi adan kesenangan "di luar". Find the souls and peaceful…. that’s my next journey

Wassalam

5 Responses to “Menuju Detik Detik Genting”

  1. Yuri Says:

    Bener Run, even kita udah lama tinggal di negara orang tapi teuteub keinginan buat pulang ada and harus. Jadi tinggal nunggu waktu aja sih buat for good. Sejelek2 nya Indonesahhh ttp masih rumah kita, tinggal bareng2 sama kluarga.

  2. Ade Says:

    gitu dong runi pulang… Indonesia membutuhkan orang-orang seperti lo, karena memang banyak peer nihh untuk menjadikan Indonesia lebih baik

  3. Desiree Says:

    Sukses terus, ya, Mbak Runi :-) Selamat berjuang (kita-kita yang masih di sini juga bakal berjuang :D).
    Sampai berjumpa lagi insya Allah.

  4. Liana Says:

    what a noble thought. iya emang hidup di negara maju gak bisa lama-lama bahkan selamanya. gak ada tantangannya. hidup jadi rutin dan dunia berputar hanya mengelingi kita. tidak ada orang lain.

    no family. no true friends. no needy people. who need you and in whom you can find peace.

    dukung penuh runi pulkam. apa lagi sudah ada yg menanti. suit-suit.. didungakeun lah!

  5. hilman Says:

    Home sweet home…
    Jadi pengen pulang hiks..hiks..

    Giliran pulang tanah air …eh tanah airnya tidak membutuhkan diriku… yah keluar lagi deh… tetep gw pgn balik kok…
    Aku cinta ..and cinta semua cinta buatan eeeendonesia ….
    Oo..oo..oo..oo
    (Bimbo - Apresiasi Film Indonesia)

    Anyway run… ini orang2 bule yg pada ke africa mrk fed up sm kemapanan hidup… meanwhile berbondong2 org2 dari negara berkembang jadi imigran gelap … Manusia memang tidak pernah puas…
    “One can really appreciate thing usually once it’s no longer there”
    Miss the things that you lost…bored the things that you hold…(my self)
    Manusia memang aneh….

Leave a Reply